STKIP Hamzar Berkembang Pesat di Lombok Utara

Lombok Utara – Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar Kabupaten Lombok Utara, merupakan satu-satunya pergurusn tinggi swasta yang memperoleh ijin operasional dari Kemendiknas dengan Nomor : 04/D/O/2011 dan mengalami perkembangan cukup pesat.
Hal ini dapat dilihat dari jumllah mahasiswanya yang dalam dua tahun trakhir ini mencapai 476 orang yang terbagi dallam dua jurusan yaitu, Program Studi, S-1 PGSD dan S-1 PG-PAUD.
Khusus program Studi S1 PGSD ini, STKIP Hamzar KLU,  mempunyai orientasi visi, misi, sasaran, dan tujuan yang diharapkan tidak hanya mampu memberikan output yang sesuai dengan standar akademik yang ditentukan, tetapi juga mampu memenuhi kualifikasi pasar kerja yang kelak akan memanfaatkan output itu oleh masyarakat.
Dalam hal penguatan proses pendidikan dan pengajaran STKIP Hamzar melakukan aktivitas-aktivitas yang meliputi evaluasi kualitas dan evaluasi kurikulum, pengiriman dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti seminar, workshop, dan pelatihan, melengkakapi dan menyempurnakan sarana dan prasarana perpustakaan, laboratorium, maupun sarana dan prasarana belajar lainnya.

Masyarakat Indonesia Di Makkah Gelar Silaturrahmi

Makkah, –  Masyarakat Indonesia di kota Makkah menggelar acara silaturrahmi. Acara ini diselenggarakan oleh Maktab Ta’awun Dakwah Wal Irsyad Lijaliyat dan Forum Pelajar Indonesia Makkah Mukarromah (FORPIM). Silaturrahmi ini digelar pada hari Jumat, 21 September 2012 mulai dari pukul 19.00 sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat. Hadir dalam acara tersebut Pimpinan Maktab Jaliyat wilayah Asia, Syekh Abdurrahman Zahroni, ustadz Farik Annuz, serta para dai asal Indonesia yang bertugas di kota Makkah Mukarromah dan sejumlah warga masyarakat Indonesia yang bekerja maupun bertugas di tanah suci Makkah Mukarromah.

Dalam taushiyah nya ustadz Farik Annuz yang aktif di lembaga Jeddah Da’wah Center mengkisahkan seorang yang lumpuh total tetapi memiliki semangat dalam menuntut ilmu sampai akhirnya bias menjadi dosen di salah satu Universitas di Dubai. Oleh karena itu ustadz Farik mengajak kita semua untuk selalu bersyukur kepada Alloh swt serta menggunakan seluruh potensi yang diberikan oleh Alloh swt untuk berkhidmat kepada ummat Islam. Selain itu, beliau juga mengajak kita untuk rajin belajar dan menghadiri majelis majelis ta’lim serta tidak boleh putus asa dalam mengahadapi suatu musibah.

Sementara itu, pimpinan jaliyat untuk wilayah Asia, Syekh Abdurrahman Zahroni dalam sambutannya yang diterjemahkan oleh Abu Harits menyampaikan rasa gembiranya atas pertemuan yang diadakan oleh masyarakat Indonesia tersebut. Beliau menyatakan bahwa maktab ta’awun ini merupakan maktab kita semua, karena kita ummat islam memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu. Diantara ilmu yang paling penting untuk dituntut adalah ilmu Tauhid, karena ini merupakan ilmu asas yang penting dipelajari.

Di akhir acara silaturrahmi ini juga diadakan doorprize dan pembagian hadiah bagi para pekrja yang rajin menuntut ilmu. Acara ini dipandu oleh ustadz Abu Nida (dai asal Lombok).

Perlu diketahui Maktab Taawun Dakwah Wal irsyad lijaliyat adalah salah satu lembaga yang menyebarkan dan mensyiarkan ajaran Islam bagi para pendatang di Arab Saudi. Lembaga ini mendatangkan para dai dari berbagai negra untuk mengajarkan agama Islam bagi para pekerja yang berada di Arab Saudi. (lan)

NTB Masih Bertengger di Urutan Ke 32

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini masih menghadapi tiga persoalan besar yaitu kemiskinan, kesehatan dan kebodohan. Akibatnya, NTB masih tetap pada posisi urutan ke 32 dari 33 provinsi di Indonesia khususnya dibidang Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Hal tersebut dikatakan TGH. Hazmi Hamzar dalam ceramah halal bi halal yang berlangsung sore Rabu (29/8) di Panti Asuhan Nurul Islam Yayasan Maraqitta’limat Desa Santong Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Menurut H. Hazmi yang juga anggota DPRD NTB dari praksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, diterima atau tidak, namun ini adalah bukti nyata, bahwa bicara soal kemiskinan, kesehatan dan pendidikan, NTB masih tetap terbelakang.

“Orang bicara masalah kemiskinan, kesehatan dan pendidikan, tentu NTB masih berada diposisi nomor dua dari belakang. Dan inilah yang perlu kita atasi bersama. Dan sebagai bentuk kepedulian kita, Yayasan Maraqitta’limat sudah mendirikan sebanyak 60 lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD atau MI hingga perguruan tinggi”, katanya.

Karena disalah satu tempat, lanjut H. Hazmi, masih banyak anak-anak usia sekolah tidak dapat mengecap pendidikan karena ketiadaan biaya. “Ada disatu dusun di Kabupaten Lombok Timur yang sekolah hanya dua orang anak saja, sehingga kita dirikan sekolah ditempat tersebut”, jelasnya.

Dikatakan, ada dua hal yang hawatirkan rasulullah yaitu yatim ilmu (kebodohan) dan kebobrokan ahlak manusia. Dalm hal ilmu dan adab, anak-anak perlu mendapat bimbingan dari kedua orang tuanya sejak dini. Karena banyak generasi muda kita yang memang kurang mendapat bimbingan dari orang tuanya, tingkah lakunya urak-urakan yang akibatnya dapat mengganggu ketertiban umum.

“Jadi generasi kita kedepan hendaklah dibimbing dan dididik agar menjadi genarasi yang berahlak mulia”, harapnya.

Pola Pendidikan Ponpes Maraqitta’limat Cabang Santong

Santri PP Maraqitta’limat Santong sholat berjamaah

Dakwah Bil Hal… mungkin itulah prinsip yang selalu dijunjung tinggi oleh para guru dan santri di Madrasah tsanawiyah ( MTs.) Maraqitta’limat yang beralamat di jalan Embung Santong Barat, Desa Santong kecamatan kayangan. Hal tersebut diwujudkan dengan mengadakan kegiatan bhakti sosial, bertempat di beberapa fasilitas umum seperti : Jalan perkampungan, mushalla dan masjid-masjid.

Menurut Saparwadi, Lc.( 30 ) Kepala MTs.Maraqitta’limat santong , kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan dilaksanakan setiap hari
Jumat pagi tersebut merupakan rangkaian kegiatan IMTAQ yang diprogramkan setiap hari Jum’at dengan tujuan untuk menanamkan jiwa sosial yang dalam terhadap siswa serta untuk mengajak masyarakat sekitar untuk memiliki kepedulian social dengan bergotong royong, hal ini penting dilakukan untuk merubah pola fikir santri yang cendrung ckami uek terhadap lingkungan, menginginkan santri tidak hanya diajarkan berteori tetapi tidak kalah pentingnya mereka harus diajak untuk praktik dilapangan. Kegiatan ini juga bisa menjadi contoh bagi masyarakat agar selalu bergotong royong.
Sementara itu Ustadz Wapdi (56 Th) Pimpinan Ponpes Maraqitta’limat Cabang Santong mengungkapkan “ saat ini kita harus mengakui bahwa kondisi sosial masyarakat sangat memprihatinkan, ini yang harus kita bangun kembali, kita harus berusaha mengembalikan sikap sosial masyarakat yang kian terkikis dan semua itu kita bisa memulainya dari menanamklan sikap gotong royong pada pribadi Generasi muda khususnya para santri agar dapat menerapkannya ditengah masyarakat banyak.

TGH Hazmi Hamzar : Kaji Ulang Pembagian Kondom Gratis

Mataram: Anggota Komisi IV DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar yang juga Pimpinan Ponpes Maraqitta’limat Lombok Timur menilai rencana pemerintah (red, Kementerian Kesehatan) memberikan alat kontrasepsi berupa Kondom gratis bagi kalangan usia beresiko usia 15 hingga 25 tahun tidak tepat dan perlu dikaji ulang.

Artinya hal itu tidak sesuai dengan budaya dan berakibat fatal karena akan terjadi penggunaan secara besar-besaran.

Menurutnya, pembagian kondom gratis itu harus disertai dengan pemahaman yang betul dan diberikan kepada orang yang sudah berkeluarga. Selain itu pembagian kondom haruslah tepat sasaran agar tidak disalahgunakan.

“Kondom jangan dibagikan sembarangan, tetapi bagikanlah kepaada orang yang telah berkeluarga,” ujarnya kepada RRI, Jumat (29/6).

Lebih jauh Hazmi Hamzar menjelaskan, pemberian kondom gratis ini bukan merupakan satu-satunya solusi, malah akan mengakibatkan terjadinya penggunaan kondom secara besar-besaran karena pemakaian itu tidak bisa dikontrol jika dilepas secara terbuka.

Meski demikian, ia berharap agar pemberian kondom secara gratis itu juga harus disertai dengan pemberian pemahaman terhadap pentingya penggunaan kondom agar terhindar dari penyakit yang akan terjadi akibat dari prilaku sek bebas.

Menurut Hazmi Hamzar, kondom itu sepatutnya diberikan kepada orang yang mengerti atau tidak sembarangan sehingga tidak terjadi sex bebas diluar nikah, karena menganggap bahwa, dengan menggunakan kondom mereka merasa terhindar atau aman dalam melakukan free sex.

“Inikan bahaya ini, jangan sampai kesitu anggapannya bahwa dengan memakai kondom lalu ia bebas melakukan sex, jadi saya kira ini harus betul-betul hati-hati semua pihak kalau itu memang untuk kebaikan semua,” imbuhnya.

Hazmi Hamzar menambahkan, kegiatan tersebut harus dikaji ulang, dipelajari bagaimana sistemmatikanya, seperti memberikan disertai pemahaman, tidak apa-apa, akan tetapi jika diberikan dan dilepas tanpa pemberian pemahaman ini akan sangat membahayakan. (Sofian/AKS)

MI Maraqitta’limat Mandala Raih Juara IV Lomba Calistung

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Maraqitta’limat (MI-MT) Dusun Mandala Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada lomba Calistung tingkat Gugus Bayan yang digelar beberapa waktu lalu, meraih juara IV.

Demikian dikatakan Kepala MI MT Mandala, Hasan Basri, S.Pd, pada Primadona FM, 19/6. Menurutnya, Kendati MI ini berada di sebuah dusun terpencil, namun tidak mau kalah dengan sekolah yang ada di pusat kota desa.

Dikatakan, jumlah siswa MI-MT dari kelas I – V sebanyak 87 orang dengan 7 tenaga pengajar yang semuanya honorer.

Dan untuk tahun pelajaran 2012/2013, MI-MT kembali menerima siswa baru yang pendaftarannyya dibukan 15 – 3 Juli 2012. “Insya Allah jumlah siswanya akan terus meningkat setiap tahun”, kata Hasan Basri.(sk-010)

Mengisi Libur Semester, Santri Gelar Jambore

Lombok Utara – Untuk mengisi liburan semester, sekitar 800 siswa-siswi Madrasah Tsnawiyah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar jambore santri yang berlangsung 17 – 21 Juni 2012.

Kegiatan jambore santri dipusatkan di lapangan umum Desa Santong Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara

Kegiatan yang akan dilakasanakan dalam perkemahan ini antara lain penyuluhan tentang Generasi Muda dengan tema : Penanggulangan Narkoba, Pernikahan Dini, Peningkatan Nasionalisme, Global Warming dan manfaat menabung, selain itu kita juga akan melakukan kegiatan sosial seperti Penghijauan, kebersihan masal dan berbagai lomba kreativitas keperamukaan baik secara perorangan maupun beregu.

 

Wakil ketua panitia Saefudin, S.Si mengatakan, kegiatan jambore ini diikuti oleh sekitar 800 orang santri MTs. se Lombok utara, diluar pembinanya.
Sementara pada tanggal 18 juni panitia menyelenggarakan Diklat untuk pembina pramuka yang akan diikuti oleh sejumlah Pembina pramuka yang ada dimasing-masing madrasah.

Ikatan Mahasiswa Maraqitta’limat (IMAM) Gelar Bakti Sosial

IMAM Dalam usianya yang sangat muda IMAM terus berusaha memposisikan dirinya di tengah-tengah masyarakat Nusa Tenggara Barat sebagai bentuk pengabdiannya kepada ibu pertiwi, baik dibidang pendidikan, da’wah maupuin sosial. IMAM yang anggotanya didominasi kaum intlektual tak berhenti untuk terus berfikir dan berevolosi. Minggu tanggal 03 juni 2012 misalnya, IMAM bersama puluhan anggotanya yang tergabung dari berbagai UNIVERSITAS seperti, komsat IKIP, Komsat UNRAM, Komsat IAIN, Komsat UNW, dan Muhamadiyah beriring-iringan dari Mataram menuju PANTI ASUHAN NURUL ISLAM Santong yang di pimpin langsung ketua umumnya M. Halani dengan mengibarkan bendera IMAM sepanjang jalan, aksi sosial ini dirangkai dengan keakraban dan silaturahmi. IMAM berkesempatan bertemu langsung dengan anak-anak Panti Asuhan Nurul Islam Santong yang di dampingi langsung oleh pinpinan ponpes Nurul Islam Ustad Saparwadi Lc. Anggota IMAM berbagi cerita dengan anak-anak Panti terkait dunia akademisi.
Sebuah motivasi positif disampaikan oleh ketua umum IMAM (Bang Olan) kepada anak-anak Panti untuk terus berkarya jangan berkecil hati untuk terus semangat gapai cita-cita yang mulia. Kedatangan IMAM di Panti Asuhan Nurul Islam Santong disambut baik oleh anak-anak Panti yang di dampingi oleh bapak asuhnya Ustad Zaidun dan pimpinan Ponpes Ustad Saparwadi, dalam penyampaiannya ustad sangat berterimakasih atas kedatangan anak-anak IMAM yang telah hadir di ponpes dan telah memberikan motipasi kepada anak asuhnya sehingga kedepan bisa terus bersemangat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi mengikuti jejak Anak-anak IMAM yang kritis dan idealis.
Setelah membagikan bingkisan, Al-quran, Iqro’ dan mie instan kepada anak-anak panti, pulihan Anggota IMAM melanjutkan diskusinya di alam terbuka yaitu di hutan santong,, pembicaranya langsung ketua IMAM dalam penyampaiannya mengarahkan semua anggoota IMAM yang hadir untuk terus istiqomah dan semakin solid, lewat IMAM kita akan membentuk jiwa-jiwa pemikir kaum muda untuk menuju mahasiswa yang kritis, idealis, sehingga mampu memunculkan pemikiran-pemikiran yang berpihak kepada rakyat jelata, dengan mengambil sample dari sesosok ulamak karismatik yaitu TGKH Zainuddin Arsyad seorang Insan tanpa gelar serjana pendidikan maupun master pendidikan namun mampu menciptakan puluhan lembaga pendidikan dibawah yayasan MARAQITTA’LIMAT yang didirikannya. Antusias anggota IMAM menyimak materi yang diberikan seakan menghilangkan penat setelah perjalanan panjang dari mataram menuju Hutan Santong. Diskusi ditutup dengan yel-yel “IMAM MAJU, MARAQITTA’LIMAT JAYA, MASYARAKAT SEJAHTRA”.

Siswa MTs MT Lenggorong Kembangkan Tanaman Buah Naga

KLU, Suarakomunitas – Siswa Madrasah Tsanawiyah Maraqitta’limat Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, selain mendapat ilmu dibangku sekolah, juga dilatih untuk bertani mengembangkan tanaman buah naga.
Demikian dikatakan, Kepala MTs. Maraqitta’limat Lenggorong, Ustadz Hamdan S.Pdi, pada pewarta warga 23/4, ketika berkunjung ke studio Primadona FM.

Menurut Hamdan, semua siswa adalah anak petani, sehingga selain didididik dibangku sekolah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, juga diluar sekolah para siswa diberikan pelajaran cara bertani terutama mengembangkan buah naga.

“Para siswa perlu diberikan pelatihan bertani, karena mengingat seratus persen orang tuanya bekerja sebagai buruh tani. Dan Alhamdulillah sekarang ini mereka sudah bisa mengembangkan tanaman buah naga”, kata Ustadz Hamdan.

Menurut rencana, lanjut Hamdan kedepan akan diprogramkan penanaman buah naga pada setiap pekerangan rumah. “Kita akan programkan setiap siswa menanam satu buah naga di pekarangan rumahnya”, pungkasnya. (sk-010)

Antara Syukur Dan Kufur

Oleh : Oktarizal Rais

Nikmat yang manakah lagi yang akan kau dustai
Setelah begitu banyak nikmat yang Dia beri
Nikmat yang manakah lagi yang akan kau ingkari
Setelah sekian luas kasih yang Dia beri
Seharusnya itu kau renung
i… (Justice Voice)

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Jika manusia mau sedikit merenung dan berpikir lebih dalam, maka manusia akan menemukan sebuah kenyataan bahwa Allah SWT lebih banyak memberi mereka nikmat dibandingkan cobaan, penderitaan, kesulitan, dan sejenisnya yang manusia anggap sebagai sesuatu yang tidak enak atau tidak nyaman. Allah SWT berfirman:

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allâh, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allâh)”. (QS Ibrahim: 34)

Maka, jikalau manusia mengingat dan mencoba menghitung nikmat Allah SWT, niscaya manusia tidak pernah mampu berhenti untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah Allah berikan. Seluruh tumbuhan dan air lautan dijadikan sebagai pena dan tinta tidak akan cukup untuk menulis nikmat Allah. Sepanjang umur manusia seharusnya dipenuhi dengan rasa syukur, bahkan mungkin seluruh umur manusia tidak akan cukup untuk mensyukuri nikmat Allah yang sangat banyak.

Pernahkah manusia menanyakan harga Oksigen di Apotik? Jika belum tahu, harganya ± Rp 25.000/ltr. Pernahkah manusia menanyakan harga Nitrogen di apotik? Jika belum tahu, harganya ± Rp 9.950/ltr. Tahukah, bahwa dalam sehari manusia menghirup 2880 ltr Oksigen & 11.376 ltr Nitrogen. Jika harus dihargai dengan rupiah, maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup, akan mencapai kisaran ± Rp170.000.000  / hari / manusia. Jika kita hitung kebutuhan manusia sehari (untuk bernafas saja) Rp. 170 jt, maka sebulan Rp. 5,1M / orang.

Baca lebih lanjut