NTB Masih Bertengger di Urutan Ke 32

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini masih menghadapi tiga persoalan besar yaitu kemiskinan, kesehatan dan kebodohan. Akibatnya, NTB masih tetap pada posisi urutan ke 32 dari 33 provinsi di Indonesia khususnya dibidang Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Hal tersebut dikatakan TGH. Hazmi Hamzar dalam ceramah halal bi halal yang berlangsung sore Rabu (29/8) di Panti Asuhan Nurul Islam Yayasan Maraqitta’limat Desa Santong Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Menurut H. Hazmi yang juga anggota DPRD NTB dari praksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, diterima atau tidak, namun ini adalah bukti nyata, bahwa bicara soal kemiskinan, kesehatan dan pendidikan, NTB masih tetap terbelakang.

“Orang bicara masalah kemiskinan, kesehatan dan pendidikan, tentu NTB masih berada diposisi nomor dua dari belakang. Dan inilah yang perlu kita atasi bersama. Dan sebagai bentuk kepedulian kita, Yayasan Maraqitta’limat sudah mendirikan sebanyak 60 lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD atau MI hingga perguruan tinggi”, katanya.

Karena disalah satu tempat, lanjut H. Hazmi, masih banyak anak-anak usia sekolah tidak dapat mengecap pendidikan karena ketiadaan biaya. “Ada disatu dusun di Kabupaten Lombok Timur yang sekolah hanya dua orang anak saja, sehingga kita dirikan sekolah ditempat tersebut”, jelasnya.

Dikatakan, ada dua hal yang hawatirkan rasulullah yaitu yatim ilmu (kebodohan) dan kebobrokan ahlak manusia. Dalm hal ilmu dan adab, anak-anak perlu mendapat bimbingan dari kedua orang tuanya sejak dini. Karena banyak generasi muda kita yang memang kurang mendapat bimbingan dari orang tuanya, tingkah lakunya urak-urakan yang akibatnya dapat mengganggu ketertiban umum.

“Jadi generasi kita kedepan hendaklah dibimbing dan dididik agar menjadi genarasi yang berahlak mulia”, harapnya.