TGH Hazmi Hamzar : Kaji Ulang Pembagian Kondom Gratis

Mataram: Anggota Komisi IV DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar yang juga Pimpinan Ponpes Maraqitta’limat Lombok Timur menilai rencana pemerintah (red, Kementerian Kesehatan) memberikan alat kontrasepsi berupa Kondom gratis bagi kalangan usia beresiko usia 15 hingga 25 tahun tidak tepat dan perlu dikaji ulang.

Artinya hal itu tidak sesuai dengan budaya dan berakibat fatal karena akan terjadi penggunaan secara besar-besaran.

Menurutnya, pembagian kondom gratis itu harus disertai dengan pemahaman yang betul dan diberikan kepada orang yang sudah berkeluarga. Selain itu pembagian kondom haruslah tepat sasaran agar tidak disalahgunakan.

“Kondom jangan dibagikan sembarangan, tetapi bagikanlah kepaada orang yang telah berkeluarga,” ujarnya kepada RRI, Jumat (29/6).

Lebih jauh Hazmi Hamzar menjelaskan, pemberian kondom gratis ini bukan merupakan satu-satunya solusi, malah akan mengakibatkan terjadinya penggunaan kondom secara besar-besaran karena pemakaian itu tidak bisa dikontrol jika dilepas secara terbuka.

Meski demikian, ia berharap agar pemberian kondom secara gratis itu juga harus disertai dengan pemberian pemahaman terhadap pentingya penggunaan kondom agar terhindar dari penyakit yang akan terjadi akibat dari prilaku sek bebas.

Menurut Hazmi Hamzar, kondom itu sepatutnya diberikan kepada orang yang mengerti atau tidak sembarangan sehingga tidak terjadi sex bebas diluar nikah, karena menganggap bahwa, dengan menggunakan kondom mereka merasa terhindar atau aman dalam melakukan free sex.

“Inikan bahaya ini, jangan sampai kesitu anggapannya bahwa dengan memakai kondom lalu ia bebas melakukan sex, jadi saya kira ini harus betul-betul hati-hati semua pihak kalau itu memang untuk kebaikan semua,” imbuhnya.

Hazmi Hamzar menambahkan, kegiatan tersebut harus dikaji ulang, dipelajari bagaimana sistemmatikanya, seperti memberikan disertai pemahaman, tidak apa-apa, akan tetapi jika diberikan dan dilepas tanpa pemberian pemahaman ini akan sangat membahayakan. (Sofian/AKS)

MI Maraqitta’limat Mandala Raih Juara IV Lomba Calistung

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Maraqitta’limat (MI-MT) Dusun Mandala Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada lomba Calistung tingkat Gugus Bayan yang digelar beberapa waktu lalu, meraih juara IV.

Demikian dikatakan Kepala MI MT Mandala, Hasan Basri, S.Pd, pada Primadona FM, 19/6. Menurutnya, Kendati MI ini berada di sebuah dusun terpencil, namun tidak mau kalah dengan sekolah yang ada di pusat kota desa.

Dikatakan, jumlah siswa MI-MT dari kelas I – V sebanyak 87 orang dengan 7 tenaga pengajar yang semuanya honorer.

Dan untuk tahun pelajaran 2012/2013, MI-MT kembali menerima siswa baru yang pendaftarannyya dibukan 15 – 3 Juli 2012. “Insya Allah jumlah siswanya akan terus meningkat setiap tahun”, kata Hasan Basri.(sk-010)

Mengisi Libur Semester, Santri Gelar Jambore

Lombok Utara – Untuk mengisi liburan semester, sekitar 800 siswa-siswi Madrasah Tsnawiyah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar jambore santri yang berlangsung 17 – 21 Juni 2012.

Kegiatan jambore santri dipusatkan di lapangan umum Desa Santong Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara

Kegiatan yang akan dilakasanakan dalam perkemahan ini antara lain penyuluhan tentang Generasi Muda dengan tema : Penanggulangan Narkoba, Pernikahan Dini, Peningkatan Nasionalisme, Global Warming dan manfaat menabung, selain itu kita juga akan melakukan kegiatan sosial seperti Penghijauan, kebersihan masal dan berbagai lomba kreativitas keperamukaan baik secara perorangan maupun beregu.

 

Wakil ketua panitia Saefudin, S.Si mengatakan, kegiatan jambore ini diikuti oleh sekitar 800 orang santri MTs. se Lombok utara, diluar pembinanya.
Sementara pada tanggal 18 juni panitia menyelenggarakan Diklat untuk pembina pramuka yang akan diikuti oleh sejumlah Pembina pramuka yang ada dimasing-masing madrasah.

Ikatan Mahasiswa Maraqitta’limat (IMAM) Gelar Bakti Sosial

IMAM Dalam usianya yang sangat muda IMAM terus berusaha memposisikan dirinya di tengah-tengah masyarakat Nusa Tenggara Barat sebagai bentuk pengabdiannya kepada ibu pertiwi, baik dibidang pendidikan, da’wah maupuin sosial. IMAM yang anggotanya didominasi kaum intlektual tak berhenti untuk terus berfikir dan berevolosi. Minggu tanggal 03 juni 2012 misalnya, IMAM bersama puluhan anggotanya yang tergabung dari berbagai UNIVERSITAS seperti, komsat IKIP, Komsat UNRAM, Komsat IAIN, Komsat UNW, dan Muhamadiyah beriring-iringan dari Mataram menuju PANTI ASUHAN NURUL ISLAM Santong yang di pimpin langsung ketua umumnya M. Halani dengan mengibarkan bendera IMAM sepanjang jalan, aksi sosial ini dirangkai dengan keakraban dan silaturahmi. IMAM berkesempatan bertemu langsung dengan anak-anak Panti Asuhan Nurul Islam Santong yang di dampingi langsung oleh pinpinan ponpes Nurul Islam Ustad Saparwadi Lc. Anggota IMAM berbagi cerita dengan anak-anak Panti terkait dunia akademisi.
Sebuah motivasi positif disampaikan oleh ketua umum IMAM (Bang Olan) kepada anak-anak Panti untuk terus berkarya jangan berkecil hati untuk terus semangat gapai cita-cita yang mulia. Kedatangan IMAM di Panti Asuhan Nurul Islam Santong disambut baik oleh anak-anak Panti yang di dampingi oleh bapak asuhnya Ustad Zaidun dan pimpinan Ponpes Ustad Saparwadi, dalam penyampaiannya ustad sangat berterimakasih atas kedatangan anak-anak IMAM yang telah hadir di ponpes dan telah memberikan motipasi kepada anak asuhnya sehingga kedepan bisa terus bersemangat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi mengikuti jejak Anak-anak IMAM yang kritis dan idealis.
Setelah membagikan bingkisan, Al-quran, Iqro’ dan mie instan kepada anak-anak panti, pulihan Anggota IMAM melanjutkan diskusinya di alam terbuka yaitu di hutan santong,, pembicaranya langsung ketua IMAM dalam penyampaiannya mengarahkan semua anggoota IMAM yang hadir untuk terus istiqomah dan semakin solid, lewat IMAM kita akan membentuk jiwa-jiwa pemikir kaum muda untuk menuju mahasiswa yang kritis, idealis, sehingga mampu memunculkan pemikiran-pemikiran yang berpihak kepada rakyat jelata, dengan mengambil sample dari sesosok ulamak karismatik yaitu TGKH Zainuddin Arsyad seorang Insan tanpa gelar serjana pendidikan maupun master pendidikan namun mampu menciptakan puluhan lembaga pendidikan dibawah yayasan MARAQITTA’LIMAT yang didirikannya. Antusias anggota IMAM menyimak materi yang diberikan seakan menghilangkan penat setelah perjalanan panjang dari mataram menuju Hutan Santong. Diskusi ditutup dengan yel-yel “IMAM MAJU, MARAQITTA’LIMAT JAYA, MASYARAKAT SEJAHTRA”.