Sejarah Berdirinya Maraqitta’limat Buol

Buol, Toli-toli. Mengingat akan pentingnya penddidikan agama  bagi  warga transmigrasi  khususnya saat itu dan  umumnya  ummat islam yang berada dilokasi transmigrasi, maka muncullah sebuah gerakan yang  diseponsori  oleh tokoh tokoh Agama dan tokoh masyarakat dari semua elemen  untuk mendirikan sebuah institusi keagamaan  berupa pondok pesantren. Sehingga atas dasar musyawarah tersebut  pada tanggal 1 Juli 1993  didirikan sebuah musholla dengan ukuran  9×8 metrer persegi. Oleh sekelompok masyarakat transmigran asal  Tembeng putik (Lombok timur)  bangunan tersebut digunakan sebagai tempat mendidik anak-anak mengaji dan membaca kitab-kitab klasik rendahan  seperti matan jurumiyah hadis arba’in  dan daqo’ikul khobar. Sejalan dengan lajunya pembangunan maka setahun kemudian dibangun lagi sebuah bangunan  dengan ukuran 9×6 m2 prsegi sebagai tempat  anak anak menginap.

Waktu demi waktu terus bergulir mengiringi lajunya perkembangan di segala aspek kehidupan sosial. Tetapi keberadaan pondok pesantren  Maraqitta’limat yang dikelola dengan keterbatasan menejemen sumber daya manusianya terus terpuruk. Sehingga menghampiri kemacetan proses belajar mengajar.

Melihat kondisi selama beberapa tahun belum banyak perkembangannya maka muncullah pemikir pemikir baru dari kalangan masyarakat seperti  Anwar ari (Azizul anwar) Amaq Syukran, Ma’mun Rohiman  untuk memotifasi Ust. Nazam  agar melakukan berbagai upaya dalam rangka memenej  semua asset masyarakat  yang dalam hal ini pondok pesantren maraqitta’limat.

Dalam interval waktu yang tidak terlalu lama berbagai  cobaan dan rintangan selalu membututi  ust. Nazam dalam  mengupayakan pondok pesantren ini  agar dapat berdiri sama dengan  pondok pesantren lain di wil Baca lebih lanjut