Pererat Silaturrahmi Untuk Mencari Solusi

Lombok Utara,– Sebagai pemimpin di sebuah lembaga pendidikan keagamaan seperti menjadi kepala sekolah di madrasah, tentu akan mengalami berbagai persolan atau kendala. Karenanya setiap pemimpin di sebuah lembaga pendidikan perlu mempererat silaturrahmi untuk mencari sebuah solusi dari persoalan yang  dihadapi.

Penegasan tersebut disampaikan pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia) provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Mashal, SH. MM, pada rapat koordinasi pengurus cabang Yamtia dan kepala madrasah yang berlangsung di MI Maraqitta’limat Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara 17/8/11.

Menurut H. Mashal yang juga ketua STKIP Hamzar Lombok Utara, bahwa setiap pemimpin tentu akan menjadi sorotan semua pihak, termasuk pengurus cabang  dan kepala madrasah dibawah naungan Yamtia.
Baca lebih lanjut

Pesantren Sebagai Agen Perubahan Ummat

TGH Shafwan Hakim

Lombok Utara, Yamtia- Pondok Pesantren (ponpes) selain sebagai lembaga pendidikan keagamaan, juga sekaligus agen perubahan umat dan masyarakat.

Demikian dikatakan ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantern (FKSPP) provinsi Nusa Tenggara Barat, TGH. Safwan Hakim,  pada acara kuliah umum Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar Lombok Utara (11/8/11)  di MI Maraqitta’limat Anyar kecamatan Bayan.

Karena pesantren sebagai agen perubahan umat maka harus memiliki lima pilar atau lima rukun pesantren yaitu, adanya pimpinan (tuan guru) sebagai panutan dan sentral figur di masyarakat, ada masjid, asrama tempat tinggal santri dan pengkajian kitab-kitab kuning.

“Ke lima pilar inilah harus dimiliki oleh  setiap ponpes jika mau melakukan perubahan ditingkat masyarakat”, jelas TGH. Safwan Hakim.

Selain itu, pesantren juga harus memiliki visi dan misi yang jelas dan tidak kotor atau kumuh. “Bagaimana mau menjadi agen pembaharuan, kalau tidak memiliki visi dan lokasi atau tempatnya yang kotor”, imbuhnya.
Baca lebih lanjut