KH Ali Yafie : Hukum Pancung, Sengaja Dikobarkan Non-Muslim

KH. Ali Yafie

Jakarta  – Hukum pancung itu bukan barang baru. Isu ini sengaja dikobar-kobarkan oleh mereka yang non-Muslim untuk menyudutkan umat Islam. Demikian dikatakan mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ali Yafie kepada voa-islam usai Kajian Al-Qur’an Komprehensif yang diadakan Yayasan Al-Washiyyah di Jakarta.

“Apa bedanya, hukum pancung dengan hukum mendudukkan seseorang di atas kursi listrik. Kan sama saja, hanya medianya saja yang berbeda. Jadi  itu bukan hal yang prinsip. Tak usah kita repot menanggapi persoalan ini,” ujar kiai.

Menurut KH Ali Yafie, ada upaya untuk menjelek-jelekkan Islam dalam fenomena-fenomena tertentu yang sifatnya musiman. Termasuk isu hukuman pancung yang dikait-kaitkan dengan Islam. Kita tahu, di seluruh dunia, umat Islam disudutkan, Timur tengah dikocar-kacirkan. “Yang jelas, sikap kita jalan terus, tetap istiqamah dengan  sesuatu yang kita anggap benar,” tegas Ali Yafie yang juga penasihat Yayasan Al Washiyyah.

Baca lebih lanjut

TKW Asal Sumbawa Tunggu Hukuman Pancung

Saudi Arabia, Yamtia- Hukuman pancung yang dialami oleh Ruyati asal Bekasi bukan merupakan akhir dari masalah TKI yang ada di luar negeri. Seorang TKw asal Sumbawa juga akan mengalami hal yang sama tinggal menunggu hukuman pancung di Arab Saudi.

Eksekusi pancung di Arab Saudi akan dialami TKW asal Sumbawa bernama Sumartini binti Manaungi Galisung (33 tahun) asal Desa Pungkit RT 01, RW 02 Kecamatan Moyo Utara . Sumartini dipenjara di Malaaz Arab Saudi dengan tuduhan telah menggunakan ilmu sihir untuk melenyapkan Tisam (17 tahun) anak majikannya.

Meskipun Tisam telah kembali setelah menghilang selama 10 hari, tapi pengadilan Arab Saudi tetap menyatakan bersalah dan sejak tahun 2009 tetap meringkuk dalam penjara.

Baca lebih lanjut

Yamtia Dirikan Madrasah Ibtidaiyah Di Medas

A. Saiful Nuriadi, Ketua Yamtia Cabang Obel-Obel

Lombok Timur – Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai tahun ajaran baru ini, mendirikan Masrasah Ibtidaiyah (MI) Maraqitta’limat di Dusun Medas Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

Demikian dikatakan ketua cabang Yamtia, Desa Obel-Obel, A. Saiful (28/6/11). Menurutnya, dua hari lalu, dirinya bersama jama’ah mengundang Pembina cabang Yamtia pusat, TGH. Hazmi Hamzar untuk membahas pendirian MI yang sekaligus diisi dengan pengajian umum.

“Pendirian MI ini sudah kita bahas dengan ketua Pembina, dan kita simpulkan untuk mendirikan MI di Medas, karena mengingat jumlah anak usia sekolah cukup banyak yaitu 58 orang. Belum lagi ditambah dari dusun tetanggal yang jumlahnya 23 anak”, jelasnya.

Sementara Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maraqitta’limat yang didirikan pada tahun 2007 lalu di Dusun Medas akan dipindahkan ke pusat kota desa Obel-Obel. “Ia, MTs nya kita pindahkan lokasinya, dan bangunan MTs yang ada kita jadikan MI”, pungkas A. Saipul.(Ari)

Hukum Qishosh Dalam Islam

Sahlan Rafiqi, Reporter Buletin Ta'limat Saudi Arabia

Makkah Mukarromah, Yamtia,-Kasus hukum pancung Ruyati yang dilakukan oleh pemerintah Saudi Arabia menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Bahkan, ada yang menyatakan bahwa hukum pancung atau yang disebut qishosh dalam hukum Islam melanggar HAM. Melihat kenyataan tersebut, maka kami dari Forum Pelajar Indonesia (FORPI) Makkah Mukarromah memandang perlu menjelaskan tentang hukum Qishosh dalam Islam.. Berikut penjelasan FORPI Makkah Mukarromah tentang hukum qishos dlam Islam.

Qisas yang selama ini kita ketahui terkadang masih dianggap sebagai sesuatu yang sangat angker, menakutkan, dan tidak manusiawi, sehingga timbul sikap yang dinamakan “Islam phobia“. Padahal, AllahSubhanahu wa Ta’ala mensifatkan qisas dalam firman-Nya,
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَاْ أُولِيْ الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Qs. al-Baqarah: 179).
Imam asy-Syaukani menjelaskan ayat ini dengan menyatakan, “Maknanya, kalian memiliki jaminan kelangsungan hidup dalam hukum yang AllahSubhanahu wa Ta’ala syariatkan ini, karena bila seseorang tahu akan dibunuh secara qisas apabila ia membunuh orang lain, tentulah ia tidak akan membunuh dan menahan diri dari mempermudah dan terjerumus padanya.

Dengan demikian, hal itu seperti kedudukan jaminan kelangsungan hidup bagi jiwa manusia. Ini adalah satu bentuk sastra (balaghah) yang tinggi dan kefasihan yang sempurna. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan qisas yang sebenarnya adalah kematian sebagai jaminan kelangsungan hidup, ditinjau dari akibat yang ditimbulkannya, berupa tercegahnya manusia saling bunuh di antara mereka. Hal ini dalam rangka menjaga keberadaan jiwa mereka dan keberlangsungan khidupan mereka.
Baca lebih lanjut

Mendidik Mental Siswa Dengan Dakwah

KLU, yamtia – Pendidikan mental bagi siswa Madrasah Tsnawiyah Maraqitta’limat Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dilakukan dengan pelatihan dakwah. Hal tersebut diungkapkan Kepala MTs. Lenggorong, Ustadz Hamdan pada yamtianews (25/6/2011). Menurutnya, pelatihan dakwah yang dilakukan setiap pagi oleh siswanya, selain bertujuan untuk melatih mental, juga kelak setelah tamat dari madrasah, minimal mereka mampu mengembangkan ajaran agama, terutama untuk diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.

”Dakwah ini dilakukan setiap pagi secara bergantian oleh para siswa, sebelum masuk kelas dan sudah berjalan empat bulan. Dan para siswa cukup bersemangat belajar bertabligh (dakwah-red) walaupun hanya 7 menit setiap pagi”, jelas Hamdan.

Selain berda’wah, para siswa dari kelas I sampai kelas III juga diajar berbagai keterampilan, seperti membuat pot bunga dari semen dan pasir laut, yang hasilnya cukup bagus.

”Jadi di sekolah ini siswa bukan hanya belajar di dalam kelas saja, tapi juga dilatih keterampilan, yang kelak bila dikembangkan dapat membangunan perekonomian sekolah. Dan beberapa hasil tangan-tangan siswa terampil ini sudah ada yang siap dipasarkan”, jelas Asri, Spd , guru keterampilan di MTs Lenggorong ini.

Baca lebih lanjut

KH Syuhada Bahri : Bangun Kemandirian Dakwah Agar Tidak Diintervensi Siapapun

KH Syuhada Bahri, Ketua Umum DDII

BEKASI (yamtia) – Dalam situasi dunia yang semakin pragmatis dan materialistis, tugas dakwah semakin berat. Karenanya, para aktivis dakwah harus menekankan keikhlasan dan membangun kemandirian dahwah agar tidak diintervensi pihak manapun.

Hal itu disampaikan KH Syuhada Bahri Lc di hadapan seratusan peserta Musyawarah Daerah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia  (Musda DDII) Bekasi IV, di Aula SDIT An-Najah, Jalan Veteran 48 Bekasi, Sabtu (25/6/2011).

Menurut Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) ini, dalam menyikapi dunia yang semakin pragmatis dan materialistis, kewajiban dakwah menjadi semakin berat, walaupun tidak ada yang seberat dengan tantangan yang dihadapi oleh para nabi dan rasul.

Syuhada juga menyoroti fenomena antara dakwah dan kemaksiatan yang sama-sama meningkat. Pasalnya, di era reformasi ini dakwah begitu bebas di segala sisi kehidupan. Tapi uniknya, kemaksiatan dan kemungkaran juga cenderung meningkat dan sangat bebas dilakukan.

Baca lebih lanjut

Kesadaran Masyarakat KLU Akan Pentingnya Pendidikan Meningkat

H.Mashal, SH.MM, Ketua STKIP Hamzar Lombok Utara

KLU, Yamtia- Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar, H. Mashal, SH. MM, menilai, kesadaran masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan pentingnya pendidikan dan perguruan tinggi cukup meningkat dan membanggakan. Penilaian tersebut dikemukakan, ketika ditemui di gedung STKP Hamzar, Rabu siang (22/6/11).

Menurutnya, sejak KLU dimekarkan dua tahun lalu menjadi sebuah kabupaten, kesadaran akan pentingnya menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi terus mengalami peningkatan, sehingga yayasan Maraqitta’limat mendirikan sebuah perguruan tinggi yaitu STKIP Hamzar di konplek perguruan Maraqit Lokok Aur Desa karang bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. “Untuk memperoleh perijianan sebuah perguruan tinggi itu memang cukup sulit. Buktinya, untuk mendirikan STKIP Hamzar di KLU itu membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar enam tahun, harus bolak-balik ke Jakarta, hingga pada tahun 2011 SK Mendiknas RI nomor 4/D/O/2011 tanggal 7 januari, ijin STKIP hamzar baru bisa kita peroleh,” kata H. Mashal.

Baca lebih lanjut

Yayasan Maraqitta’limat Saat Ini

Yayasan Maraqitta’limat Al-Islamiyah Al-Ahliyyah (YAMTIA) semakin menapaki kemajuan dari tahun ke tahun. Jama’ah yang tersebar di berbagai tempat di Pulau Lombok dan pulau-pulau lainnya seperti Sumbawa dan Sulawesi senantiasa bahu-membahu untuk meneruskan cita-cita pendiri yayasan sesuai dengan fungsi dan kemampuan masing-masing. Sejumlah majelis ta’lim dan lembaga pendidikan didirikan untuk menjalankan misi dakwah, sosial dan pendidikan.

Ditengah perkembangan dan perjuangan Yayasan Maraqitta’limat yang cukup pesat, pada tanggal 4 Februari 1991, pimpinan pusat Yamtia, TGH. Muhammad Zainuddin Arsyad dipanggil oleh Sang Pencipta untuk menghadap kehadirat-Nya. Beliau meninggalkan 1 orang istri dan 6 orang putra. Sebelum meninggal dunia, beliau menunjuk salah seorang putranya yaitu TGH. Hazmi Hamzar sebagai pengganti yang akan meneruskan misi Yayasan Maraqitta’limat.

Muktamar Yayasan Maraqitta’limat pada tahun 1991 mengukuhkan TGH. Hazmi Hamzar sebagai pucuk pimpinan hingga saat ini.

Dibawah kepemimpinan TGH. Hazmi perjuangan Yayasan Maraqitta’limat semakin ditingkatkan. Pembangunan sarana dan prasarana terus digalakkan, demikian pula dengan penggalangan jama’ah yang tersebar di berbagai tempat.

Hingga saat ini, yayasan Maraqitta’limat memiliki sekitar 116 majelis ta’lim, beberapa lembaga pendidikan non formal dan ratusan lembaga pendidikan formal mulai dari tingkat TK/RA sampai perguruan tinggi. Dalam bidang ekonomi, Yayasan Maraqitta’limat memiliki Koperasi Pondok Pesantren Putra Hamzar.

Baca lebih lanjut

Maraqitta’limat Programkan Maghrib Mengaji

Ust. Hamdan

Sambik Elen, Yamtia – Menindak lanjuti program Gubernur provinsi Nusa Tenggara Barat “maghrib mengaji” Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia) Ranting Lenggorong desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara mengawalinya dengan mengumpulkan para siswa SMA, SMP/MTs dan mahasiswa yang ditugaskan untuk mensosialisasikan program magrib mengaji ke masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan Hamdan, ketua ranting Yamtia, ketika ditemui dikediamnnya 10/6. Menurutnya, kegiatan ini sudah berjalan empat bulan dan wargapun menerima program ini dengan senang hati, sebab selain itu, pada waktu magrib hingga isya, para orang tua dilarang membuka Televisi.

“Tujuan kita bagaimana membina generasi muda agar gemar membaca Al-Qur’an serta sekaligus meningkatkan kualitas iman mereka untuk menghadapi berbagai tantangan di eraglobalisasi ini”, jelasnya.

Disisi lain, para siswa yang tamat di MTs-Maraqitta’limat tahun ini dilarang keras melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama, seperti main coret-coretan atau trek-trekan dijalan raya sehingga menggangu arus lalu lintas. 
Baca lebih lanjut

Siswa MTs MT Medas Lulus 100 Persen

Lombok Timur,  – 11 siswa yang mengikuti ujian dari Madrasah tsanawiyah Maraqitta’limat (MTs. MT) Dusun Medas Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur lulus 100 persen.
Demikian dikatakan pimpinan cabang Yayasan Maraqitta’limat Obel-Obel, A. Saiful 4/6 malam ini. Ia mengaku gembira melihat MTs. MT yang didirikan tahun 2007 lalu, karena semua perserta ujian yang dikirimnya lulus semuanya.
“Saya bangga melihat para siswa yang tahun ini lulus seratus persen, dan tentu ini berkat dukungandari wali murid dan para guru yang terus menerus berjuang, sehingga siswanya lulus semua”, katanya bersyukur.
Sebagai tanda syukurnya, pihak pendidik akan membawa para siswanya kelililing Lombok dan melakukan ziarah ke makam para ulama. “Rencana kami besok para siswa kita akan bawa keliling Lombok dan ziarah makam”, pungkas Saiful. (Ari)