MTs MT Lenggorong Bangun Tambahan Lokal

Sambik Elen, Yamtia – Madrasah Tsnawiyah Maraqitta’limat (MTs-MT) Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, sejak kemarin mulai membangun tambahan local yang didanai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM-GSC) yang ditambah dengan swadaya masyarakat.

“Mulai kemarin kami sudah bekerja membangun tambahan local yang dananya dibantu PNPM GSC sebesar Rp. 28 juta dan kita tambahkan dengan dana swadaya”, kata Hamdan kepala MTs MT Lenggorong, ketika ditemui dilokasi pembangunan 31/5.

Dikatakan, jumlah ruangan kelas yang ada baru tiga kelas, sehingga belum memiliki ruang perpustakaan dan kantor guru, sehingga ruangan yang dibangun sekarang ini akan dimamfaatkan sebagai ruang guru dan perpustakaan.

Kedepan, lanjut Hamdan jama’ah berencana akan mendirikan sebuah Madrasah Aliyah setingkat SLTA, karena mengingat sekolah SLTA yang ada di Kecamatan Bayan jaraknya cukup jauh atau sekitar 15 km. “Karena faktor jarak ini menyebabkan sebagian siswa yang sudah tamat SLTP tidak bisa melanjutkan studinya kejenjang yang lebih tinggi”, jelasnya. (Ari)

Pengelola Dan Guru Madrasah Butuh Keberadaan Depag Di KLU

Lombok Utara – Salah satu tujuan pemekaran sebuah daerah otonomi baru untuk mempermudah dan mendakatkan masyarakat dalam mengurus, baik persoalan di bidang adminsitrasi maupun bidang pembangunan. Dan salah satu menjadi kebutuhan mendesak terutama bagi ratusan guru dan pengelola Madrasah adalah keberadaan Kementerian Departemen Agama (KemDepag) di Kabupaten Lombok Utara.

Pasalnya, setelah dua tahun KLU dimekarkan menjadi sebuah kabupaten baru, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan didirikan kementerian Depag di wilayah Dayan Gunung, sehingga semua urusan madrasah maupun urusan keagamaan lainnya, masih terpusat di Kabupaten Lombok Barat, yang jaraknya ratusan kilo meter dari KLU.

“Urusan pendirian Depag masih bersifat sentralistik artinya wewenang dari Kemeterian Agama pusat dan provinsi NTB, namun setidaknya, persoalan yang dihadapi oleh para guru madrasah yang ada di KLU, perlu dipikirkan. Karena jika masih terfokus urusan keagamaan di Depag Lombok Barat, tentu semua informasi akan terhambat dan terlambat”, kata Adlan Mamnun, pengelola STKIP Hamzar Lombok Utara.
Baca lebih lanjut