NTB Sering Dilupakan Saat Membahas KTI

DR.TGH.Zainul Majdi, MA

Giri Menang – Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, MA, mengaku, NTB memiliki problematik tersendiri sebagai salah satu daerah yang berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dimana, nama NTB dinilai tidak sesuai dengan posisi geografisnya sebagai daerah KTI. KTI identik dengan Sulawesi dan NTT. Sementara, NTB kerap kali dilupakan para penentu kebijakan yang membahas pembangunan daerah – daerah KTI.

’’Kondisi itu membuat Pemprov NTB lebih intens meyakinkan para penentu kebijakan bahwa NTB juga kawasan KTI yang perlu diperhatikan dalam berbagai pembangunan,’’ ujar Gubernur dalam sambutannya pada acara Media Workshop Indonesia dan Komunitas ASEAN 2015, di The Santosa Hotel, Senggigi Lombok Barat (Lobar), Sabtu (15/1).

Majdi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 13 persen atau melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang 6,5 persen. Tapi, di bidang pendidikan dan kesehatan masih rendah, sehingga Indeks Pembanguan Manusia (IPM) NTB berada di papan kedua terbawah. Ditargetkan beberapa tahun ke depan, IMP NTB berada pada posisi papan tengah. Saat ini, NTB fokus pada pembangunan di sektor pariwisata dan pertanian.

Lebih jauh Majdi memaparkan, banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan untuk memberikan multiplayer effect bagi pertumbuhan ekonomi NTB di segala bidang. Di sektor pertanian secara luas, hampir 44 persen tenaga kerja NTB terserap pada sektor pertanian. Tapi, PDRB yang bisa disumbangkan masih sangat kecil sekitar 22 persen. Artinya, serapan tenaga kerja sektor pertanian belum sesuai dengan sumbangan pembangunan ekonomi NTB.

Program NTB Bumi Sejuta Sapi (BSS) diharapkan akan bisa menyumbang pembangunan ekonomi NTB. Sebab, sejak abad 19 di masa penjajahan Belanda, NTB sudah menjadi daerah pengekspor sapi ke beberapa negara di dunia.

Baca lebih lanjut

Membangun Harus Dengan Niat Yang Tulus

Lombok Utara – Membangun sebuah lembaga pendidikan dibawah naungan yayasan keagamaan, dibutuhkan keihlasan. Sebab sekecil apapun pendanaan yang dibantu, baik oleh pemerintah ataupun jama’ah, bila dikerjakan dengan niat yang tulus, tentu akan mampu diselesaikan dengan baik.

Demikian dikatakan Ketua Cabang Yayasan Maraqitta’limat Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Adlan Mamnun, ketika ditemui di ruang kerjanya, 5/1. Menurutnya, sekarang ini, yayasan yang memiliki lembaga pendidikan sudah mulai mendapat perhatian dari pemerintah, bukan saja bantuan untuk pembangunan gedung namun juga kesejahteraan bagi gurunya.

“Perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan dibawah naungan yayasan cukup besar, tinggal bagaimana pimpinan lembaga masing-masing mengelolanya. Yang jelas bila semua bantuan itu dikelola dengan niat yang tulus, tentu apapun yang kita bangun akan mendapatkan hasil yang baik”, katanya.
Baca lebih lanjut

Lotim Tak Kekurangan

TGH. Hazmi Hamzar (Anggota DPRD dan Pembina Yayasan Maraqitta'limat)

 

SEBAGAI salah satu kabupaten di NTB, Lombok Timur sebenarnya tidak kekurangan. Banyak proyek besar yang dibangun di daerah ini. Berbagai bentuk bantuan keuangan yang diberikan Pemprov NTB ke daerah ini pun sudah cukup besar. Semua itu juga merupakan andil dari para anggota legislatif asal Lombok Timur di DPRD NTB.Pendapat itu disampaikan anggota DPRD NTB asal Lombok Timur, TGH. Hazmi Hamzar, menanggapi keluhan Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, soal kinerja para anggota DPRD NTB asal Lombok Timur baru – baru ini.Dikonfirmasi wartawan, Sabtu (15/1, Hazmi menjelaskan bahwa saat ini sesungguhnya banyak proyek besar yang dibangun di Lombok Timur. Salah satunya adalah bendungan Pandan Dure yang diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 500 miliar lebih.Untuk mendukung pembangunan DAM itu, Pemprov NTB baru – baru ini mengalokasikan dana sebesar Rp 7,5 miliar. Dana itu diproyeksikan untuk mendukung pembebasan lahan yang sebenarnya menjadi kewajiban Pemkab Lombok Timur.Proyek prestisius di Lotim tidak sebatas itu. “Sekarang BLK Internasional juga kandibangun di Lombok Timur. Dermaga – dermaga besar juga banyak dibangun di sana,” tandas Hazmi. Seperti diketahui, BLK awalnya direncanakan dibangun di Lombok Tengah. Namun, belakangan Pemprov NTB mengambil keputusan untuk memindahkan pembangunannya di Lombok Timur.

Selain itu, bantuan – bantuan keuangan Pemprov NTB juga banyak yang mengalir ke daerah asal Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, itu. “Banyak sekali bantuan yang masuk ke ponpes di sana,” ujarnya. Ia menambahkan, untuk memperjuangkan daerahnya, tak jarang ia harus bertengkar dengan rekan sesama anggota legislatif di Udayana.Namun, menurut Hazmi, jika pemda setempat merasa masih banyak kekurangan yang diperoleh oleh Lombok Timur, maka sebaiknya itu dibicarakan dengan para anggota legislatif asal Lotim. Ketimbang mengkritik melalui media, Hazmi meminta pemkab Lotim untuk membangun komunikasi yang lebih baik.“Persoalannya, harus dibangun komunikasi dengan semua pihak, kalau merasa kita kurang diperhatikan oleh orang. Jangan dipersoalkan peran dan fungsi masing – masing. Harusnya pertanyaan itu kembali pada diri kita masing – masing,” pungkas politisi PPP ini. (aan)

 

MTs Maraqitta’limat Lenggorong Lakukan Persiapan UN

Lombok Utara – Madrasah Tsanawiyah Maraqitta’limat (MTs-MT) Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, melakukan persiapan Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas III.

Demikian dikatakan kepala MTs. MT Lenggorong, Ustazd Hamdan, ketika ditemui di ruang kerjanya 8/1. Menurutnya, dari hasil pertemuan yang digelar hari ini, memutuskan, bahwa mulai bulan Januari  hingga April mendatang, para siswa akan diberikan pengayaan dan tri out.

“Tujuan kita agar tidak kecolongan, serta meningkatkan prestasi siswa pada UN mendatang”, jelas Hamdan.

Sementara jumlah siswanya yang akan mengikuti UN sebanyak 11 orang dan akan diinapkan di sekolah untuk mengewektifkan kegiatan pengayaan bidang study yang akan diuji. “Insya Allah para siswa kita akan inapkan di sekolah, agar semua kegiatannya dapat berjalan sesuai dengan harapan”,tambahnya.
Baca lebih lanjut

STKIP Hamzar Buka Jurusan PAUD

Lombok Utara – Karena mengingat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga saat ini belum memiliki sarjana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar yang sudah memperoleh ijin oprasional dari Dirjen Dikti membuka dua jurusan yaitu PG-PAUD dan PG-SD.

“Jurusan PAUD yang kita bangun di STKIP Hamzar KLU, ada korelasi perkuliahan dengan prakteknya termasuk PAUD Laboratorium, sehingga nantinya siapapun yang mau belajar tentang PAUD bisa melihat langsung di STKIP Hamzar”, ungkap pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia) provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Mashal, SH, MM, 8/1 pada pertemuan dengan kepala sekolah dan pengurus Yamtia di MI Lekok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan.
Baca lebih lanjut

STKIP Hamzar Peroleh Izin Operasional

H. Mashal, SH.MM

Lombok Utara – Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar Kabupaten Lombok Utara akhirnya memperoleh ijin oprasional dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) pusat.

Demikian diungkapkan oleh pimpinan pusat yayasan Maraqitta’limat provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Mashal, SH, MM, pada saat melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah, tokoh masyarakat dan pengurus cabang yayasan Maraqitta’limat se Kabupaten Lombok Utara yang berlangsung di MI Maraqitta’limat Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan 8/1.

Menurut, H. Mashal, rencana pendirian perguruan tinggi STKIP Hamzar ini sejak kepemimpinan almarhum TGH. Zainuddin Arsyad. Kemudian dilanjutkan oleh putra beliu, TGH. Hazmi Hamzar.

“Dan kita urus ijinnya hampir enam tahun, namun ditengah perjalanan banyak tawaran termasuk pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar yang berpusat di desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur”, tuturnya.

Setelah berdrinya STIKES, lanjut H. Mashal, kita bukan berhenti sampai disitu untuk memperjuangkan berdirinya STKIP Hamzar. Dan tidak kurang yang mengusulkan pendirian STKIP di seluruh Indonesia 561, sementara yang akan diberikan ijin hanya 10 lembaga STKIP.

“Alhamdulillah, ternyata diantara yang 10 itu, STKIP Hamzar masuk didalamnya, dan ijinnya inipun keluar pada tanggal 7 Januari 2011 dengan Nomor: 4/D/O/2011”, katanya bersyukur.
Baca lebih lanjut

Keluarnya Izin STKIP Hamzar Disambut Rasa Syukur

Lombok Utara – Rasa Sukur dipanjatkan hanya semata-mata kepada Allah SWT. Berkat pertolongan-Nya jua, izin pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar Kabupaten Lombok Utara yang sudah lama ditunggu, baik oleh Pembina dan pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat maupun oleh para pengelola dan jama’ah Lombok Utara, akhirnya keluar.

“Alhamdulillah berkat perjuangan kita bersama, izin pendirian STKIP Hamzar sudah keluar pada tanggal 7 Januari 2011”, ungkap Pembina Yayasan Maraqittalimat provinsi Nusa Tenggara Barat, TGH. Hazmi Hamzar, malam ini.

Dengan keluarnya perizinan ini, maka STKIP Hamzar sudah mulai menerima mahasiswa baru tahun akademik 2011. “Dan jumlah mahasiswa yang sudah terdaftar hingga hari ini sudah diatas 63 mahasiwa yang dibagi dalam dua jurusan yaitu PGSD dan PG-PAUD.
Baca lebih lanjut

Hadits Dho’if, Bolehkah Dijadikan Sandaran Hukum?

Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah. Saat ini telah tersebar berbagai macam perkara baru dalam agama ini (baca: bid’ah). Seperti contohnya adalah acara tahlilan/yasinan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallamdan tidak pernah pula dilakukan oleh para sahabatnya. Dan kebanyakan bid’ah saat ini terjadi dikarenakan tersebarnya hadits dho’if/lemah di tengah-tengah umat. Contoh dari hadits dho’if tersebut adalah tentang keutamaan surat yasin sehingga orang-orang membolehkan adanya yasinan. Hadits tersebut adalah,”Bacakanlah surat yasin untuk orang mati di antara kalian”. (Hadits ini dho’if/lemah diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah, dan Nasa’i. Imam Nawawi mengatakan bahwa dalam hadits ini terdapat 2 perawi majhul/tidak dikenal).

Selain itu juga, hadits dho’if digunakan oleh sebagian orang untuk menjelaskan fadh’ail a’mal yaitu mendorong umat untuk melakukan kebaikan dan menakut-nakuti mereka agar tidak melakukan kejelekaan. Hadits dho’if (bahkan palsu) ini semakin tersebar –di zaman yang penuh kebodohan mengenai derajat hadits saat ini- baik melalui tulisan atau pun melalui lisan para da’i. Namun menjadi suatu pertanyaan penting, apakah hadits dho’if (atau bahkan palsu) boleh dijadikan sandaran hukum?! Simaklah pembahasan berikut ini.

Larangan Berdusta Atas Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam

Kaum muslimin yang semoga selalu ditunjuki oleh Allah menuju kebenaran. Perlu diketahui, bahwa berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam termasuk dosa besar karena beliau shallallahu ’alaihi wa sallam mengancam orang yang demikian dengan neraka. Sebagaimana sabda beliau shallallahu ’alaihi wa sallam,

مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka”. (HR. Bukhari & Muslim). Dari hadits ini terlihat jelas bahwasanya seseorang yang menyandarkan sesuatu kepada Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam tanpa mengetahui keshohihannya, dia terancam masuk neraka.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukuplah seseorang dikatakan berdusta, jika ia menceritakan setiap yang dia dengar.” (HR. Muslim). Imam Malik –semoga Allah merahmati beliau- mengatakan, ”Ketahuilah, sesungguhnya seseorang tidak akan selamat jika dia menceritakan setiap yang didengarnya, dan dia tidak layak menjadi seorang imam (yang menjadi panutan, pen), sedangkan dia selalu menceritakan setiap yang didengarnya. (Dinukil dari Muntahal Amani bi Fawa’id Mushtholahil Hadits lil Muhaddits Al Albani).

Baca lebih lanjut