Masyarakat Berswadaya Melakukan Penembokan

Saiful Nuriadi, Ketua Yayasan Maraqitta'limat Cabang Obel-Obel

Lombok Timur – Tingkat keswadayaan masyarakat untuk melakukan penembokan keliling di Madrasah Tsanawiyah Maraqitta’limat (MTs-MT) Dusun Medas Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur, patut diacungkan jempol.

Ini terlihat dari antusias warga setempat untuk berswadaya melakukan penembokan keliling sepanjang 165 meter persegi yang mulai dikerjakan beberapa hari belakangan ini. “Total anggaran yang dibutuhkan untuk penembokan sebesar Rp. 15 juta dan murni dari swadaya masyarakat”, kata A. Saiful Nariadi, ketua cabang Yayasan Maraqitta’limat (YMT) Desa Obel-Obel.

Menurut Saiful, hingga berita ini diturunkan, (24/11) penembokan yang dilaksanakan secara bergotong royong tersebut sudah selesai 90 meter. “Kita sudah bisa kerjakan 90 meter, jadi tinggal 75 meter lagi yang sekarang ini sedang dikerjakan. Dan pada hari jum’at mendatang masyarakat akan membersihkan saluran drainase untuk memperlancar arus air yang ada di dekat sekolah”, jelasnya.
Baca lebih lanjut

Siswa MTs Maraqitta’limat Dirikan Bazismar

Lombok Utara, Yamtia – Siswa Madrasah Tsanawiyah Maraqitta’limat (MTs-MT) Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, belum lama ini mendirikan pengurus Badan Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah Maraqitta’liam (Bazismar).

Hal tersebut diungkapkan Ustazd Sabran, pada Suara Komunitas (16/11), ketika ditemui di MI Maraqitta’limat Desa Anyar. Menurutnya pendirian Bazismar, karena melihat kondisi masyarakat yang berada di sekitar madrasah masih banyak yang kehidupannya pas-pasan.

Baca lebih lanjut

Penghentian Pengiriman TKW Bukan Solusi

TGH. Hazmi Hamzar, Anggota DPRD NTB dan Pimpinan Pusat Yayasan Maraqitta'limat

Mataram, Yamtia,- DPRD NTB kurang setuju dengan moratorium yang dikeluarkan Gubernur atau penghentian sementara pengiriman Tenaga Kerja Wanita ke Arab Saudi sehubungan dengan kasus yang menimpa Sumiati.

“Sumiati TKW asal Kabupaten Dompu, NTB yang mengalami kasus tindak kekerasan bahkan penyiksaan berat oleh majikannya di Arab Saudi sampai mulut terpotong,” kata anggota Komisi VI DPRD NTB Bidang Kesra dan Tenaga Kerja, TGH Hazmi Hamzar di Mataram, Jumat (19/11/2010).

Ia mengatakan, penghentian pengiriman TKW ke Arab Saudi bukan jalan keluar dalam mengatasi kasus tersebut, tetapi seharusnya mencari apa penyebab tindak kekerasan itu terjadi kemudian dicarikan solusinya. Sebab TKW yang dikirim ke Arab Saudi tidak dilatih secara matang terutama dari segi bahasa, sehingga apa kata majikan tidak dimengerti.

Baca lebih lanjut

MTs Maraqitta’limat Medas Kekurangan Meubeler

Yamtia, Lombok Timur, – Madrasah Tsanawiyah Maraqitta’limat (MTs-MT) yang terletak di pinggir jalan raya jurusan Sambelia, atau tepatnya di Dusun Medas Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur merupakan sebuah lembaga pendidikan formal yang memiliki kekurangan, terutama gedung dan meubiler.

Demikian dikatakan A. Saiful Nuriadi, ketika ditemui di kediamannya (5/11) di Dusun Medas. Menurutnya, latar belakang rencana pendirian MTs-MT mulai dirintis sejak tahun 1985, yang diawali dengan pengajian umum oleh pendiri Yayasan Maraqitta’limat (YMT) , al-marhum TGH.M. Zainuddin Arsyad Mamben.

Dari pengajian inilah terbetik niat suci dari para tokoh masyarakat untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan keagamaan sebagai tempat menimba ilmu bagi generasi penerus. Namun niat suci itu mengalami kendala terutama pendanaan.

Pada tahun 1992, yang oleh pimpinan pusat YMT, melakukan pergantian pengurus cabang di Desa Obel-Obel, karena mengingat pengurus cabang yang lama Gunadri telah uzur. “Sejak tahun 1992 saya ditunjuk oleh pimpinan YMT untuk menjadi pengurus Cabang, dan mulailah kami merintis keberadaan lembaga pendidikan melalui madrasah diniyah”, tutur A. Saiful Nuriadi, pimpinan cabang YMT Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia.

Dan pada tahun 2000, lanjut Saiful, mayarakat mengeluarkan iuran untuk pembebasan tanah seluas lima are dan ditambah dengan tanah wakaf dari A. Masdah seluas 4 are. Dan saat itu masyarakat sempat mendirikan dasar bangunan, namun macet karena minimnya dana yang dimiliki pengurus cabang. “Alhamdulillah, tahun 2006, baru kami bisa dirikan tiga ruang belajar sekaligus diatas tanah seluas 16 are”, katanya.
Baca lebih lanjut

Tambora Mengguncang Peradaban Manusia

Oleh : Misrahuddin *)
Kebanyakan dari kita lebih mengenal Gunung Krakatau dengan sejarah letusan kolosalnya, padahal jika dibandingkan dengan sejarah Gunung Tambora (2.850 m dpl), energi letusan yang dikeluarkan sebanyak 4 kali lebih besar dari Gunung Krakatau. Kehebatan dampak letusannya kepada Manusia dan lingkungan, Dunia barat bahkan menjulukinya sebagai Pompeii dari Timur dan digolongkan sebagai Gunung Berapi yang mempunyai kekuatan ledakan super (Supervulcano) yang artinya proses letusan gunung berapi ini memuntahkan isi perutnya lebih dari 1.000 kubik kilometer atau 240 mil kubik.

Gunung Tambora yang saat itu berbentuk stratovulcano, gunung yang berbentuk runcing pada ujungnya sebagaimana penggambaran awam kita tentang sebuah gunung. Meletus pada tahun 1815 dengan kekuatan peringkat ke tujuh menurut Volcanic Explosivity Index, dan termasuk sebagai ukuran letusan gunung berapi terbesar sepanjang sejarah. Penggambaran kehebatan letusan Tambora 1815 bahwa suara ledakannya terdengar hingga di Pulau Sumatera (lebih dari 2.000 km jauhnya). Abu Vulkanik yang keluar dari gunung diamati juga jatuh di Kalimantan, Jawa, Maluku dan Sulawesi. Korban yang tewas setidaknya terhitung sekitar 71.000 jiwa (mungkin catatan yang paling mematikan dalam sejarah letusan), yang langsung tewas karena letusan terhitung berkisar 11.000 – 12.000 jiwa, dan selebihnya tewas karena dampak lanjutan dari letusan gunung mulai dari wabah penyakit, kelaparan karena kegagalan panen dan dampak perubahan iklim global yang disebabkan oleh letusan gunung Tambora.
Baca lebih lanjut