Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini

H.Mashal,SH.MM (Pimpinan Pusat Yayasan Maraqitta'limat)

Lombok Utara,Yamtia – Anak merupakan amanah dari Allah, karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini, sehingga menjadi anak, bukan saja berguna untuk agamanya, tapi juga bermamfaat untuk bangsa dan negara.
Demikian dikatakan H. Mashal, SH.MM, pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat provinsi Nusa Tenggara Barat, ketika ditemui Suara Komunitas baru-baru ini disela-sela kunjungannya ke MI Maraqitta’limat Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Menurutnya, anak pada dasarnya dilahirkan dalam keadaan fitrah, dan yang membentuk watak atau karakter anak tergantung pendidikan yang diberikan kedua orang tuanya. Selain itu, karakter anak, juga dibentuk oleh pergaulan dan lingkungannya. “Jadi anak dari saat masih dalam kandungan hingga ia dewasa nanti perlu diberikan pendidikan yang baik oleh kedua orang tuanya”, jelas H. Mashal.
Sekarang ini, lanjut H. Mashal, beberapa lembaga pendidikan khusus untuk anak sudah didirikan, seperti lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), yang tiada lain tujuannya sebagai tempat mendidik anak sejak dini. “Khusus bagi anak yang usianya 0-3 tahun, para orang tua bisa memasukkan anaknya ke PAUD yang terdekat, dan setelah itu baru masuk TK dan seterusnya”, katanya.

MTs Maraqitta’limat Dapat Bantuan Dana Rehab

Lombok Utara, MT-News – Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Pribahasa inilah yang tampak diamalkan oleh para pengurus Madrasah Tsanawiyah Maraqitta’limat (MTs-MT) Dusun Lenggorong, Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, untuk memamfaatkan semua dana bantuan yang diterimanya.
Ini terlihat dengan kemampuan masyarakat untuk menyatukan pendapat. Kendati hanya memperoleh dana rehab dari Kementerian Agama Republik Indonesia, namun dapat dikembangkan untuk membangun ruang belajar yang baru. “Dana rehab yang kami terima hanya Rp. 90 juta, namun berkat kekompakan masyarakat, dana ini bisa kami kembangkan untuk membangun sebuah ruang belajar bagi siswa dan sisanya untuk peningkatkan mutu”, kata ustadz Hamdan pada Suara Komunitas (24/10).

YKDK Serahkan Bantuan ke MTs.Maraqitta’limat Lenggorong

Lombok Utara, Yamtia – Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian (YKDK) beberapa waktu lalu menyerahkan bantuan ke Madrasah Tsanawiyah Maraqitta’limat (MTs-MT) Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Bantuan yang diberikan berupa dua buah computer, 1 buah printer, 16 buah meja dan kursi, almari dan buku paket untuk siswa. “Alhamdulillah kami telah menerima bantuan dari YKDK untuk melengkapi kebutuhan sekolah”, ujar ustadz Hamdan, kepala MTs.-MT, ketika ditemui di ruang kerjanya 28/10 sore ini.

Menurutnya, bantuan yang diberikan YKDK memang sangat dibutuhkan baik oleh guru maupun siswa, karena mengingat MTs-MT masih kekurangan sarana dan prasarana belajar.

Baca lebih lanjut

Maraqitta’limat Dan Perkembangannya Di Dayan Gunung

LOMBOK UTARA. Yayasan Maraqitta’limat merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi. Maraqitta’limat yang berati ”tangga pendidikan” masuk di Kabupaten Lombok Utara sekitar 1941.

 Sejarah perkembangan yayasan ini di Lombok Utara atau Dayan Gunung dilatarbelakangi oleh kegiatan tablig (ngamarin-Sasak) oleh salah seorang Tuan Guru yang sekaligus sebagai ulama sufi penghafal Al-Qur’an, yang berasal dari Mamben Lauq, Lombok Timur, yang bernama Tuan Guru Haji Zainuddin Arsyad.

Seperti diketahui bahwa, Islam masuk ke Lombok dibawa oleh Wali Songo sekitar abad ke-16. Dalam perkembangannya, Islam yang masuk ke Lombok, khususnya Bayan, diwarnai oleh adat-istiadat setempat.

Semakin kompleknya perkembangannya, kemudian di Bayan berkembang menjadi suatu ajaran yang dikenal sebagai Wetu Telu. Menurut pemangku adat Bayan, Raden Gedarif, Wetu Telu merupakan ajaran leluhur yang berintikan ajaran; bertelur, beranak, dan tumbuh. Bila kondisi ini bisa dijalankan oleh manusia maka dunia akan aman sejahtera. Ajaran ini menselaraskan hidup manusia dengan Allah, alam, dan sesama manusia.
. Baca lebih lanjut

Gubernur NTB Ajak Masyarakat Galang Dana Untuk Korban Merapi Dan Mentawai

Yamtia,Mataram  –
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi MA, memimpin Salat Gaib berjamaah di Masjid Kantor Gubernur NTB, Rabu siang (27/10) kemarin, untuk mendoakan para korban gempa tektonik dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dan korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta.

Salat Gaib yang diikuti ratusan pegawai negeri sipil (PNS) dan wartawan itu, digelar usai Shalat Zuhur, yang diawali dengan pengantar keprihatinan atas musibah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia itu.

Gubernur mengatakan rasa prihatin dan turut berbelasungkawa atas terjadinya bencana di dua daerah tersebut. ‘’Saya turut berbelasungkawa kepada korban bencana di beberapa daerah itu. Terjadinya bencana sebagai bentuk peringatan Allah agar kita lebih bermuhasabah (introspeksi diri),’’ katanya

Baca lebih lanjut

MI Maraqitta’limat Sembulan Batu Dapat Bantuan Dana Rehab

Yamtia,Lombok Utara, – Madrasah Ibtidaiyah Maraqitta’limat (MI-MT) Dusun Sembulan Batu Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, beberapa waktu lalu menerima bantuan rehab gedung dari Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Kanwil Kemenag NTB, sebesar Rp. 95 juta.
Bantuan tersebut, selain dimamfaatkan untuk merehabilitasi gedung, juga dikembangkan untuk membangun lokal belajar, karena mengingat MI-MT yang jauh dari pusat kota desa dan kecamatan Bayan ini masih kekurangan ruang belajar. “Bantuan tersebut selain untuk merehab gedung yang sudah ada juga dikembangkan untuk membangun 1 ruang belajar. Karena sekolah ini selain ditempat terpencil, juga siswanya sudah ada yang kelas V”, tutur Kepala MI-MT Sembulan Batu, Muzanni.

Kementerian Agama Bantu Pembangunan Gedung Perpustakaan

Adlan Mamnun

Yamtia,Lombok Utara, – Kementerian Agama (Kemenag) RI, beberapa waktu lalu telah memberikan dana bantuan untuk pembangun satu buah gedung perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Maraqitta’limat (MI-MT) Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

Demikian dikatakan kepala MI-MT Desa Anyar, Adlan Mamnun ketika ditemui di ruang kerjanya (25/10). Menurutnya bantuan yang diterima dari Kemenag RI melalui Kemenag Kanwil NTB, sebesar Rp. 85 juta. “Bantuan tersebut telah kami gunakan untuk membangun ruang perpustakaan yang sekarang ini bangunannya sudah mencapai 70 persen. Insya Allah bulan ini bangunannya sudah rampung”, jelas Adlan.
Gedung perpustakaan yang berukuran 8 X 7 meter persegi, akan dimamfaatkan sebagai tempat baca bagi siswa-siswi MI-MT yang berjumlah 72 orang. “ Dengan adanya ruang perpustakaan ini, minat baca bagi siswa dan guru akan meningkat”, katanya.

Jamaah Haji Diharuskan Menjaga Barang Berharga Di Hotel

MADINAH – Jamaah haji asal Kloter 13 embarkasi Jakarta Saudia (JKS) mengalami musibah kemalingan. Ironisnya, kejadian tersebut menimpa jamaah di dalam hotel yang sudah dikunci rapat.

Kejadian kriminal ini menimpa tiga jamaah asal kloter 13 JKS bernama Kamaluddin, Acang Sahady, dan Iyeh Mansyur Iyang yang menginap di Hotel Andalus Dar Khair di sektor 5 Madinah.

Kejadian tersebut berawal ketika ketiga jamaah tersebut sedang melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Nabawi. Namun ketika kembali ke hotel sekira pukul 07.30 waktu setempat, sejumlah barang-barang sudah berantakan di dalam kamar, meski pintu kamar mereka sudah dikunci rapat.

“Indikasinya ada kunci ganda karena pintu tidak rusak,” kata Wakil Kepala Pengamanan Daerah Kerja Madinah, Kapten Infanteri Syafendi saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Sabtu (23/10/2010).

Baca lebih lanjut

Masjid Jin, Tempat Berimannya Para Jin?

Yamtia,MAKKAH–Tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat [51]: 56). Begitulah penegasan Allah dalam Alquran tentang tujuan-Nya menciptakan jin dan manusia, yakni semata-mata untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Esa. Karena itu, golongan jin dan manusia terbagi dua, yaitu Muslim dan kafir.

Jin menyatakan keislamannya yang diterangkan dalam Alquran surah Jin [72] ayat 1-2. “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Alquran. Lalu, mereka berkata, `Sesungguhnya, kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami memercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan siapa pun juga.”

Peristiwa ini terjadi saat Rasul SAW bersama para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh. Ketika itu, Rasul SAW membaca surah Ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah Ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, “Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Ketika ayat ini dibacakan, para jin yang hadir saat itu langsung menjawabnya dengan kalimat, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami.”
Baca lebih lanjut

Hukum Hanyalah Milik Allah

Oleh
Syaikh Salim bin ‘Id al-Hilali
Sesungguhnya, permasalahan hukum (keputusan), syari’at (peraturan), dan taqâdhi (berperkara) selayaknya hanya diserahkan kepada Allah semata, bukan diserahkan kepada kehendak manusia yang sering berubah, atau atas dasar pertimbangan mashlahat-mashlahat yang tidak pasti, atau kepada adat kebiasaan yang disepakati oleh suatu kelompok atau beberapa kelompok, tetapi tidak berpedoman secara kuat dalam berpegang kepada syari’at Allah. Permasalahan ini, yaitu hukum hanyalah hak Allah, termasuk perkara yang diketahui secara pasti dalam masalah keimanan. Hal ini berdasarkan banyak pertimbangan.

1. Masalah ini dibangun berdasarkan pengakuan terhadap Rububiyyah (kekuasaan, kepemilikan, pengaturan) Allah. Subhanahu wa Ta’ala.

Allah adalah al-Khalik (Sang Pencipta) yang telah menciptakan segala sesuatu, dan kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam”. [al-A’râf/7:54].

Allah Subhanahu wa Ta’a adalah ar-Raziq (Sang Pemberi Rezeki); adakah seseorang yang mampu memberi rezeki kepada dirinya sendiri dan orang lain?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Aku [Allah] tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Mahapemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh” [adz-Dzâriyât/51:57-58]

Ini mengharuskan hukum itu hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Karena penyebab-penyebab ibadah –yang aku maksudkan penciptaan dan pemberian rezeki- mengharuskan hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diibadahi, dan hukum itu hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus” [Yusuf/12:40]

2. Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti lebih utama daripada hukum yang dibuat manusia.

Allah berfirman:

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” [al-Mâ`idah/5:50].

Termasuk perkara yang secara pasti sudah diketahui oleh orang yang berakal sehat dan memiliki fithrah yang lurus, bahwa barang buatan manusia tidak membuat sendiri hukum-hukum untuk dirinya, yang dia akan berjalan di atasnya dan bergerak ke arahnya. Namun yang membuatkannya ialah orang yang telah menciptakannya dan membuatnya dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu termasuk kejahilan, jika manusia menggambarkan bahwa dia mampu membuat hukum-hukum untuk dirinya sendiri, dia akan berjalan di atasnya dan tidak menyimpang darinya. Dan bahwa kekurangan tidak akan mendatanginya dari sisi-sisinya, atau tidak akan melahirkan cacat di tengah-tengahnya, atau kelemahan tidak menjadi sifatnya yang terbesar.
Baca lebih lanjut